Cari Blog Ini

Rabu, 10 September 2014

Konsep Kebidanan PPT Bahan Ajar I

MATERI 1
FILOSOFI, DEFINISI,PELAYANAN,PRAKTIK DAN ASUHAN KEBIDANAN


1.    Filosofi
Filosofi berasal dari bahasa Yunani : philosophy yang berarti menyukai kearifan “sesuatu yang memberikan gambaran dan berperan sebagai tantangan untuk memahami dan menggunakan filosofi sebagai dasar untuk memberikan informasi dan meningkatkan praktek tradisional”.
Chinn dan Krammer, 1991 : “Suatu disiplin ilmu yang memperhatikan dan menggali dalil-dalil yang ada untuk dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari”
Pearson dan Vaugan, 1986 : Garis besar filosofi adalah pendekatan berpikir tentang kenyataan, termasuk tradisi agama,aliran yang dianut oleh keberadaa dan fenomena. Jadi filosofi diartikan sebagai ilmu tentang sesuatu disekitar kita dan apa penyebabnya. Anggapan tentang filosofi :
Ø  Elit; Hanya untuk golongan tertentu, bukan untuk konsumsi umum
Ø  Sulit; Beberapa aspek dari filosofi sering dianggap sulit, kompleks dan berbelit-belit.
Ø  Obscure; Dianggap sebagai hal yang tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupan sehari-hari.
Ø  Abstrak (tidak jelas); Filosofi mencoba membangkitkan tingkat pengertian pada hal tertentu yang dapat dihindari. Bagaimana fakta bahwa banyak filosofi adalah abstrak tetapi tidak berarti bahwa hal tersebut tidk ada penerapan yang nyata.
2.    Tinjauan Keilmuan
Setiap pengetahuan mempunyai tiga komponen yang merupakan tiang penyanggah tubuh pengetahuan yang disusun. Komponen tersebut adalah ontologi, efistemologi dan aksiologi. Ontologi merupakan azas dalam menetapkan ruang lingkup ujud yang menjadi objek penelaahan (objek ontologi atau objek formal pengetahuan) dan penafsiran tentang hakekat realitas (metafisika) dari objek ontologis atau objek formal tersebut
Efistemologi merupakan azas mengenai cara bagaimana materi pengetahuan diperoleh dan disusun menjadi suatu tubuh pengetahuan. Aksiologi merupakan azas dalam menggunakan pengetahuan yang diperoleh dan disusun dalam tubuh pengetahuan tersebut
Ø  Secara ontologis ilmu membatasi lingkup penelaahan keilmuannya hanya berada pada daerah-daerah dalam jangkauan pengalaman manusia. Objek penelaahan yang berada dalam batas pra pengalaman( penciptaan manuasia) dan pasca pengalaman (surga dan neraka) diserahkan ilmunya kepengetahuan lain. Ilmu hanya merupakan salah satu pengetahuan dari sekian banyak pengetahuan yang mencoba menelaah kehidupan dalam batas-batas ontologis tertentu yaitu penemuan dan penyusunan pernyataan yang bersifat benar secara ilmiah. Aspek kedua dari pendekatan ontologis adalah penafsiran hakekat realitas dari objek ontologis pengetahuan. Penafsiran metafisik keilmuan harus didasarkan pada karakteristik objek ontologis sebagaimana adanya dengan deduksi-deduksi yang dapat diverifikasi secara fisik yaitu suatu pernyataan dapat dapat diterima sebagai premis dalam argumentasi ilmiah setelah melalui pengkajian/penelitian berdasarkan efistemologis keilmuan.
Ø  Pendekatan Efistemologis tercermin secara operasional dalam metode ilmiah. Pada dasarnya metode ilmiah merupakan cara ilmu memperoleh dan menyusun tubuh pengetahuannya berdasarkan ;
       Kerangka pemikiran, yang bersifat logis dengan argumentasi yang bersifat konsisten dengan pengetahuan sebelumnya yang telah berhasil disusun
       Menjabarkan hipotesis yang merupakan deduksi dari kerangka pemikiran tersebut
       Melakukan verifikasi terhadap hipotesis termaksud untuk menguji kebenaran pernyataan secara faktual. Secara akronim metode ilmiah terkenal sebagai logica-hypotetico-verifikatif atau deducto-hypotetico-verfikatif
Kerangka pemikiran yang bersifat logis adalah argumentasi yang bersifat rasional dalam mengembangkan penjelasan terhadap fenomena alam. Verfikasi secara empiris berarti evaluasi secara objektif dari suatu pernyataan hipotesis terhadap kenyataan faktual. Verifikasi ini menyatakan bahwa ilmu terbuka untuk kebenaran lain selain yang terkandung dalam hipotesis (mungkin fakta menolak pernyataan hipotesis). Kebenaran ilmiah dengan keterbukaan terhadap kebenaran baru mempunyai sifat pragmatis yang prosesnya secara berulang (siklus) berdasarkan berfikir kritis.
Disamping sikap moral yang secara implisit terkait dengan proses logico-hypotetico-verifikatif tersebut terdapat azas moral yang secara eksplisit merupakan yang bersifat seharusnya dalam efistemologis keilmuan. Azas tersebut menyatakan bahwa dalam proses kegiatan keilmuan, setiap upaya ilmiah harus ditujukan untuk menemukan kebenaran yang dilakukan dengan penuh kejujuran, tanpa mempunyai kepentingan langsung tertentu dan hak hidup yang berdasarkan argumentasi secara individual
Ø  Pendekatan aksiologis menyangkut nilai-nilai yang berkaitan dengan pengetahuan ilmiah baik secara internal, eksternal maupun sosial. Nilai internal berkaitan dengan wujud dan kegiatan ilmiah dalam memperoleh pengetahuan tanpa mengesampingkan fitrah manusia. Nilai eksternal menyangkut nilai-nilai yang berkaitan dengan penggunaan pengetahuan ilmiah. Nilai sosial menyangkut pandangan masyarakat yang menilai keberadaan suatu pengetahuan dan profesi tertentu. Oleh karena itu, kode etik profesi merupakan suatu persyaratan mutlak bagi keberadaan suatu profesi. Kode etik profesi ini pada hakekatnya bersumber dari nilai internal dan eksternal dari suatu disiplin keilmuan. Bangsa Indonesia berbahagia karena kebidanan sebagai suatu profesi dibidang kesehatan telah memiliki kode etik yang mutlak diaplikasikan kedalam praktek klinik kebidanan.
Pada dasarnya ilmu harus digunakan dan dimanfaatkan untuk keuntungan/berfaedah bagi manusia. Dalam hal ini ilmu dapat dimanfaatkan sebagai saran atau alat dalam meningkatkan taraf hidup manusia dengan memperhatikan kodrat manusia, martabat manusia dan kelestarian/keseimbangan alam. Untuk kepentiungan manusia tersebut maka pengetahuan ilmiah yang diperoleh dan disusun merupakan milik bersama, dimana setiap orang berhak memanfaatkan ilmu menurut kebutuhannya. Universal berarti ilmu tidak mempunyai konotasi parokial seperti ras, ideologi atau agama
Ø  Pendekatan ontologis, aksiologis dan efistemologis memberikan 18 azas moral yang terkait dengan kegiatan keilmuan. Keseluruhan azas moral ini pada hakekatnya dapat dikelompokkan menjadi dua yaitu kelompk asas moral yang membentu tanggung jawab profesional dan kelompok tanggung jawab sosial. Tanggung jawab profesional ditujukan kepada masyarakat ilmuwan dalam mempertanggung jawabkan moral yang berkaitan dengan landasan efistemologis. Sedangkan tanggung jawab sosial yakni pertanggung jawaban ilmuwan terhadap masyarakat yang menyangkut azas moral mengenai pemilihan etis terhadap objek penelaahan keilmuwan dan penggunaan pengetahuan ilmiah.
3.    Dimensi Kefilsafatan Ilmu Kebidanan
Keberadaan disiplin keilmuan kebidanan sama seperti keilmuan lainnya ditopang oleh berbagai disiplin keilmuan yang telah jauh berkembang, sehingga dalam perjalanan mulai dipertanyakan identitas dirinya sebagai satu disiplin keilmuan yang mandiri. Yang sering dipertanyakan pada pengetahuan kebidanan (Midwifery Knowledge) terutama berfokus kepada tubuh pengetahuan kebidanan untuk bereksistensi sebagai satu disiplin keilmuan yang mandiri. Lebih lanjut sering dipertanyakan adalah ciri-ciri atau karakteristik yang membedakan pengetahuan kebidanan dengan ilmu yang lain.
Berdasarkan komponen hakekat ilmu, maka setiap cabang pengetahuan dibedakan dari jenis pengetahuan lainnya berdasarkan apa yang diketahui(ontologi),bagaimana pengetahuan tersebut diperoleh dan disusu(efistemologi) serta nilai mana yang terkait dengan pengetahuan tersebut(aksiologi). Oleh karena serta itu pengetahuan ilmiah mempunyai landasan ontologi, efistemologi dan aksiologi yang spesifik bersifat ilmiah. Artinya suatu pengetahuan secara umum dikelompokkan sebagai pengetahuan ilmiah apabila dapat memenuhi persyaratan ontologi, efistemologi dan aksiologi keilmuan.
Dimensi kefilsafatan keilmuan secara lebih rinci dapat dibagi menjadi tiga tingkatan karakteristik, yaitu :
       Bersifat universal artinya berlaku untu seluruh disiplin yang bersifat keilmuan.
       Bersifat generik artinya mencirikan segolongan tertentu dari pengetahuan ilmiah
       Bersifat spesifik artinya memiliki ciri-ciri yang khas dari sebuah disiplin ilmu yang membedakannya dengan ilmu disiplin yang lain.
4.    Tubuh Pengetahuan Kebidanan
Disiplin keilmuan kebidanan mempunyai karakteristik dan spesifikasi baik objek forma maupun objek materia. Objek forma disiplin keilmuwan kebidanan adalah cara pandang yang berfokus pada ojek penelaahan dalam batas ruang lingkup tertentu. Objek forma dari disiplin keilmuawan kebidanan adalah mempertahankan status kesehatan reproduksi termasuk kesejahteraan wanita sejak lahir sampai masa tuanya(late menopause) termasuk berbagai implikasi dalam siklus kehidupannya.
Objek materi disiplin keilmuwan kebidanan adalah substansi dari objek penelaahan dalam lingkup tertentu. Objek materia dalam disiplin keilmuwan adalah janin, bayi baru lahir, bayi dan anak bawah lima tahun (balita) dan wanita secara utuh/holistik dalam siklus kehidupannya (kanak-kanak, pra remaja, remaja, dewasa muda, dewasa, lansia dini dan lansia lanjut) yang berfokus kepada kesehatan reproduksi. Berdasarkan pikiran dasar, objek forma dan ojek materia, disusunlah tubuh pengetahuan kebidanan yang dikelompokkan menjadi empat :
Ø  Ilmu Dasar : Anatomi, Psikologi, Mikrobiologi dan parasitologi, Patofisiologi, Fisika,  Biokimia, Pancasila dan Wawasan Nusantara, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris ,Sosiologi, Antropologi, Psikologi, Administrasi dan Kepemimpinan, Ilmu komunikasi, Humaniora, Pendidikan (prinsip belajar dan mengajar),  Kedokteran, Pharmokologi, Efidemologi, Statistik, Teknik Kesehatan Dasar, Paradigma Sehat, Ilmu Gizi, Hukum Kesehatan, Kesehatan masyarakat, Metode riset, Dasar-dasar Kebidanan, Teori dam model konseptual kebidanan, Siklus kehidupan wanita, Etika dan kode etik kebidnan, Pengantar kebidanan profesional, Teknik dan prosedur kebidanan, Asuhan Kenbidanan dalam kaitan kesehatan reproduksi, Tingkat dan jenis pelayanan kebidanan, Legislasi kebidanan, Praktek klinik kebidanan,
Ø  Ilmu-ilmu sosial
Ø  Ilmu terapan
Ø  Ilmu Kebidanan
Tujuan filosofi kebidanan “Memberikan persepsi tentang hal-hal yang penting dan berharga dalam memfasilitasi proses penanggulangan teori dan praktek “
Filosofi Kebidanan : Dalam kehamilan terdapat konsep psikologis dan perubahan sosial untuk persiapan menjadi orang tua, terutama wanita, asuhan antenatal, memberikan dukungan dan petunjuk serta membantu mereka dalam persiapan menjadi orang tua.
Ø  Menurut ACNM ( 1996 ) : Setiap individu mempunyai hak untuk meyakini bahwa setiap individu mempunyai hak untuk merasa aman, mendapatkan pelayanan kesehatan yang memuaskan dengan memperhatikan martabatnya.
Ø  Bidan meyakini bahwa kehamilan, persalinan merupakan proses yang normal
Ø  Asuhan kebidanan difokuskan kepada kebutuhan individu, keluarga untuk perawatan fisik, emosi dan hubungan sosial.
Ø  Klien ikut terlibat dalam menentukan pilihan.
Ø  Asuhan kebidanan berkesinambungan mengutamakan keamanan, kemampuan klinis dan tanpa intervensi pada proses yang normal.
Ø  Meningkatkan pendidikan pada wanita sepanjang siklus kehidupan
Ø  Menurut Maternity Services Advisory Commite, 1995 :
v  Dalam persalinan melibatkan partisipasi orang tua dan anggota keluarga dalam menentukan asuhan.
v  Pada masa postnatal setiap ibu harus diberi pedoman tentang perawatan bayi dan tenaga penolong.
v  Selama dirawat di RS, ayah dianjurkan utk terlibat dalam merawat bayinya.
8 prinsip dasar yang menggambarkan filosofi kebidanan :
  • Hubungan antara ibu dan bidan dalam memberikn asuhan yang baik.
  • Ibu fokus dalam pemberian asuhan.
  • Memberikan pilihan kepada ibu untuk melahirkan.
  • Menggunakan seluruh keterampilan bidan.
  • Asuhan yang berkesinambungan untuk wanita bersalin.
  • Asuhan dasar dalam berkomunikasi.
  • Bertanggung jawab dalam memberikan pelayanan.
  • Memberikan asuhan yang ramah pada ibu dan bayinya.
Prinsip dalam asuhan kebidanan meliputi :
ü  keamanan pada klien (safety)
ü  Memperhatikan kepuasan klien ( satisfying )
ü  Menghormati martabat manusia dan diri sendiri ( self determination)
ü  Mengormati perbedaan kultur dan etnik (respecting cultural and etnic divercity)
ü  Berpusat pada kontek keluarga
ü  Berorientasi pada promosi keluarga
Yang diharapkan bidan dalam memberikan asuhan
ü  Disusun untuk kebutuhan ibu, bayi & keluarganya.
ü  Didukung dengan perhatian kepada otonomi individu.
ü  Merencanakan hubungan dengan ibu dan keluarganya.
ü  Wanita (keluarganya ) berhak secara penuh untuk menentukan dan memutuskan tentang rencana asuhan
ü  Mempertimbangkan kebutuhan pendidikan yang meliputi : fisik, psikologi, sosial, budaya, spritual dan pendidikan.
ü  Didasari pada penemuan yang sudah terbukti
ü  Memberitahu dengan penuh empati,konsekuensi, kepercayaan.
ü  Mempunyai asuhan pendekatan secara sistematis terhadap penilaian, perencanaan, implementasi dan evaluasi.
ü  Menyadarkan bahwa kehamilan dan persalinan merupakan proses yang fisiologis
hMemastikan sistem komunikasi yan efektif antara bidan, wanita dan keluarga serta tenaga kesehatan yang lain
ü  Mengakui pentingnya perawatan yang berkelanjutan dalam ilmu kebidanan
Nilai Dan Kepercayaan Kebidanan
ü  Respek terhadap individu dan kehidupannya 
ü  Fokus pada wanita dalam proses childbirth
ü  Keterpaduan yang merefleksikan kejujuran dan prinsip moral
ü  Keadilan dan kebenaran
ü  Menerapkan proses dan prinsip demokrasi
ü  Pengembangan diri di ambil dari pengalaman hidup dan prosespendidikan
ü  Pendidikan kebidanan merupakan dasar dari praktik kebidanan
Kepercayaan Yang Harus Dipegang Oleh Profesi Kebidanan
ü  Setiap ibu adalah individu yang memiliki hak, kebutuhan, harapan dan keinginan.
ü  Adanya profesi kebidanan mempunyai kekuatan untuk mempengaruhi kondisi kehamilan dan pelayanan yang diberikan pada wanita dan keluarganya pada proses persalinan
ü  Kesehatan yang akan datang tergantung pada kualitas asuhan yang diberikan pada calon ibu, calon ayah dan bayi.
ü  Ibu dan bayi membutuhkan sesuatu yang bernilai sesuai dengan kebutuhannya.

DEFINISI BIDAN
1.        Definisi
v  Berdasarkan terminologinya, Mid = dengan, wif = a woman = seorang wanita. Midwife = wit a woman = seorang wanita
v  Internasional Confideration of Midwives (ICM) dan the International Federation of Gynecologi and obstetric (FIGO) 1992 “ Bidan adalah seseorang yang telah diakui secara reguler dalam program pendidikan bidan, diakui oleh negara dimana dia ditempatkan, telah menyelesaikan pendidikan kebidanan dan mendapat kualifikasi untuk didaftarkan dan atau diizinkan secara hukum/sah untuk melaksanakan praktek”
v  Keppres No 23 tahun 1994 Pasal 1 butir 1 tentang pengangkatan bidan sebagai pegawai tidak tetap berbunyi : “ Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti Program Pendidikan Bidan dan telah lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku”
v  KepMenKes No 822/ MenKes/ SK/ IX/ 1993 pasal 1 butir 1 tentang penyelenggaraan Program Pendidikan Bidan berbunyi“ Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti dan lulus Program Pendidikan Bidan sesuai dengan persyaratan yang berlaku”
v  Lampiran KepMenKes No 871/ MenKes/ SK/ VIII/ 1994 tentang petunjuk teknis pelaksanaan pengangkatan bidan sebagai pegawai tidak tetap, pada pendahuluan butir c dan pengertian organisasi : “ Bidan adalah seseorang yang telah mengikuti dan lulus Program Pendidikan Bidan dan telah lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku”
v  PerMenKes No 572/MenKes/Per/VI/1996 pasal 1 ayat 1 tentang registrasi dan praktek bidan yang berbunyi :“ Bidan adalah seseorang wanita yang telah mengikuti dan menyelesaikan pendidikan bidan yang telah diakui pemerintah dan telah lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku”
v  KepMenKes RI No.900/MenKes/SK/2000 tentang registrasi dan praktek bidan, pada pasal 1 ayat 1 yang berbunyi :“ Bidan adalah seseorang wanita yang telah mengikuti dan lulus program pendidikan bidan dan telah lulus ujian sesuai dengan persyaratan yang berlaku”

PELAYANAN KEBIDANAN
Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas. Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikannya dengan maksud meningkatkan kesehatanibu dan anak dalam rangka tercapainya keluarga berkualitas, bahagia, dan sejahtera.
Pengorganisasian Pelayanan Kebidanan
a)      Pelayanan Kebidanan primer, yaitu pelayanan kebidanan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab bidan, diantaranya :
v  Bidan berpegangan pada keyakinanan informasi klien untuk melindungi hak akan privasi dan menggunakan keadilan dalam hal saling berbagi informasi
v  Bidan bertanggung jawab dalam keputusan dan tindakannya dan bertanggung jawab untuk hasil yang berhubungan dengan asuhan yang diberikan pada wanita.
v  Bidan bisa menolak ikut serta dalam kegiatan yang berlawanan dengan moral yang dipegang, akan tetapi tekanan pada hati nurani individu seharusnya tidak menghilangkan pelayanan pada wanita yang essinsial
v  Bidan memahami konsekuensi yang merugikan dalam pelanggaran kode etik dan akan bekerjasama untuk mengurangi pelanggaran ini
v  Bidan berperan serta dalam mengembangkan dan menerapkan kebijaksanaan dalam bidang kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan semua wanita dan pasangan usia subur
b)      Pelayanan kebidanan Kolaborasi adalah layanan yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu urutan dari sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan
c)      Pelayanan Kebidanan Rujukan adalah layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke sistem pelayanan yang lebih tinggi atau sebaliknya, yaitu pelayanan yang dilakukan oleh bidan sewaktu menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan, juga layanan rujukan yang dilakukan oleh bidan ketempat atau fasilitas pelayanan kesehatan lain secara horisontal maupun vertikal.

PRAKTIK KEBIDANAN
Praktik Kebidanan adalah implementasi dari ilmu kebidanan oleh bidan yang bersifat otonom, kepada perempuan, keluarga dan komunitasnya, didasari etika dan kode etik bidan.

ASUHAN KEBIDANAN
Asuhan kebidanan adalah proses pengambilan keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh bidan sesuai dengan wewenang dan ruang lingkup praktiknya berdasarkan ilmu dan kiat kebidanan
Adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan ibu masa hamil, masa persalinan, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana.


Rabu, 05 Juni 2013

Senam Untuk Ibu Hamil



Senam Hamil
    1. Pengertian Senam Hamil
   Senam hamil adalah latihan fisik berupa beberapa gerakan tertentu yang dilakukan khusus untuk meningkatkan kesehatan ibu hamil. (Mandriwati, 2008).
   Senam hamil adalah terapi latihan gerak yang diberikan kepada ibu hamil untuk mempersiapkan dirinya, baik persiapan fisik maupun mental untuk mengahadapi dan mempersiapkan persalinan yang cepat, aman dan spontan (Huliana, 2001).
          Senam hamil adalah sebuah program berupa latihan fisik yang sangat penting bagi calon ibu untuk mempersiapkan saat persalinannya (Indiarti, 2008).

   2. Tujuan Senam Hamil
             Menurut  Mandriawati (2008)  tujuan senam hamil adalah :
a.       Memperkuat dan mempertahankan elastisitas otot-otot dinding perut, ligamen-ligamen, otot dasar panggul yang berhubungan dengan proses pesalinan.
b.      Membentuk sikap tubuh. Sikap tubuh yang baik selama kelahiran dan persalinan dapat mengatasi keluhan-keluhan umum pada wanita hamil, mengharapkan letak janin normal, mengurangi sesak nafas akibat bertambah besarnya perut.
c.       Menguasaai teknik-teknik pernafasan yang mempunyai peranan penting dalam persalinan dan selama hamil untuk mempercepat relaksasi tubuh yang diatasi dengan napas dalam, selain itu juga untuk mengatasi rasa nyeri pada saat his.
d.      Menguatkan otot -otot tungkai, mengingat tungkai akan menopang berat tubuh ibu yang makin lama makin berat seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.
e.       Mencegah varises, yaitu pelebaran pembuluh darah balik (vena) secara segmental yang tak jarang terjadi pada ibu hamil.
f.       Memperpanjang nafas, karena seiring bertambah besarnya janin maka dia akan mendesak isi perut ke arah dada. hal ini akan membuat rongga dada lebih sempit dan nafas ibu tidak bisa optimal. dengan senam hamil maka ibu akan dapat berlatih agar nafasnya lebih panjang dan tetap relaks.
g.      Latihan pernafasan khusus yang disebut panting quick breathing terutama dilakukan setiap saat perut terasa kencang.
h.      Latihan mengejan latihan ini khusus utuk menghadapi persalinan, agar mengejan secara benar sehingga bayi dapat lancar keluar dan tidak tertahan di jalan lahir.
i.        Mendukung ketenagan fisik (Huliana,2001).
3.  Manfaat Senam Hamil
        Menurut  Mandriawati (2008, hlm 172)  manfaat senam hamil adalah :     
a.                         Mengatasi sembelit (konstipasi), kram dan nyeri punggung.
b.                        Memperbaiki sirkulasi darah
c.                         Membuat tubuh segar dan kuat dalam aktivitas sehari-hari.
d.                        Tidur lebih nyenyak.
e.                         Mengurangi resiko kelahiran premature.
f.                         Mengurangi stress.
g.                        Membantu mengembalikan bentuk tubuh lebih cepat setelah melahirkan.
h.                        Tubuh lebih siap dan kuat di saat proses persalinan.
i.        Bertemu dengan calon ibu lain bila ibu melakukannya kelas senam hamil. (Huliana,2001)
4. Syarat Melakukan  Senam Hamil
         Menurut  Mandriawati (2008) syarat yang harus dipenuhi dalam
melakukan  senam hamil adalah :
a.       Kehamilan berjalan normal
b.      Diutamakan pada kehamilan pertama atau kehamilan berikutnya yang mengalami kesulitan persalinan.
c.       Telah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan kehamilan oleh dokter atau bidan.
d.      Latihan dilakukan secara teratur dan disiplin, dalam batas kemampuan fisik ibu.
e.       Jangan membiarkan tubuh ibu kepanasan dalam jangka waktu panjang. istirahatlah sejenak.
f.       Gunakan bra yang cukup baik untuk olah raga dan semacam decker yang bisa menyokong kaki.
g.      Minum cukup air
h.      Perhatikan keseimbangan tubuh (kehamilan mengubah keseimbangan tubuh Ibu)  
i.        Lakukan olahraga sesuai porsi dan jangan berlebihan. Jika terasa pusing, kram, lelah atau terlalu panas, istirahat saja. (Stoppard,2008)
     5.  Kontraindikasi Senam Hamil
            Menurut  Mandriawati (2008) kontraindikasi senam hamil adalah :
a.                         Kelainan jantung
b.                        Tromboplebitis
c.                         Emboli Paru
d.                        Perdarahan pervaginam
e.                         Ada tanda kelainan pada janin
f.                         Plasenta previa
6. Waktu Untuk Melakukan Senam Hamil
  Menurut  Mandriawati (2008)  dianjurkan untuk melakukan senam hamil yaitu setelah usia kehamilan 22 minggu.
7.  Tempat Melakukan Senam Hamil
  Untuk menjamin dilakukanya  senam hamil dengan aman dan benar dibutuhkan tuntunan yang jelas atau instruktur yang berpengetahuan dan terampil. Oleh karena itu, dianjurkan agar ibu hamil melakukan senam hamil bersama ibu hamil yang lain di Rumah Sakit atau Rumah Bersalin yang akan digunakan untuk bersalin. Karena ditempat tersebut akan ada saling tukar pengalaman, bertambah semangat juga akan ada penambahan wawasan bisa diberikan oleh petugas medis yang merangkap sebagai instruktur. (Kushartanti, 2004)
   Namun jika tidak sempat atau jarak rumah terlalu jauh dari Rumah Sakit atau Klinik, bisa juga dilaksanakan dirumah dengan dibantu instruktur atau ibu sudah pernah mengikuti senam hamil dan sudah mengerti bagaiman cara melakukannya misalnya diteras atau diruang keluarga. (Musbikin, 2005)
8. Tahapan Senam Hamil
    1. Latihan Pendahuluan
Lakukan pemanasan  (pendahuluan) sebelum memulai program olah raga yang berguna merangasang sirkulasi darah,menggendorkan otot-otot dan tulang-tulang sendi sehingga bergerak bebas , yang berarti mengurangi  resiko kerusakan. (Stoppartd, 2002).
Cara melakukan latihan pemanasan yaitu :
1)      Latihan I. Duduk tegak bersandar pada kedua lengan, kedua tungkai diluruskan dan dibuka sedikit, seluruh tubuh lemas.
2)      Latihan II. Duduk tegak, kedua tungkai kaki lurus dan rapat.
3)      Latihan III. Duduk tegak, kedua tungkai kaki lurus, rapat dan releks.
4)      Latihan IV. Duduk bersila tegak, kedua tangan diatas bahu dan kedua lengan disamping buah dada.
5)      Latihan V. Berbaring terlentang, kedua lengan disamping badan dan kedua lutut ditekuk.
6)      Latihan VI. Berbaring terlentang, kedua lengan disamping badan kedua tungkai luarus dan enak.
7)      Latihan VII. Putarkan panggul kekiri sebanyak 4 kali dan kanan 4 kali dengan menggerakan panggul kekiri, tekannkan punggung kekanan sambil mengempiskan perut dan mengerutkan liang dubur. Gerakkan panggul kekanan , anggkat pinggang, gerakan kembali panggul kekiri dan seterusnya sampai 4 kali gerakan memutar, kemudian lakukan hal tersebut kearah kanan sebanyak 4 kali.
    1. Latihan Inti
 Latihan inti ini bertujuan untuk pembentukan sikap tubuh yang baik. Sikap tubuh yang baik akan menyebabkan tulang panggul naik, sehingga janin berada pada kedudukan yang normal. Latihan kontraksi dan relaksasi latihan untuk mempetoleh dan mengatur sikap tubuh untuk releks pada saat yang diperlukan.Latihan pernafasan untuk menguasai berbagai aspek pernafasan.
                   Cara melakukan latihan inti ,yaitu:
1) Berbaring dengan satu bantal di bawah kepala dan satu bantal lagi di bawah lutut, silangkan kaki dan dekaplah kedua kaki secara bersama erat-erat. Kencangkan otot-otot pantat dan tarik ke atas seolah-olah ingin menghabiskan kencing secara perlahan. Ini akan membantu memantapkan otot-otot dasar panggul.
 2) Sikap merangkak, jarak antara kedua tangan sama dengan jarak antara kedua bahu. Keempat anggota tubuh tegak lurus pada lantai dan badan sejajar dengan lantai.
3)      Berbaring terlentang, kedua lutut ditekuk, kedua lengan di samping badan, dan rileks.
c. Latihan pendinginan
Senam hendaknya diakhiri dengan gerakan  pendinginan. Latihan ini berguna untuk mengembalikan denyut jantung kearah normal dan mencegah mengumpulnya darah pada bagian kaki.
Cara melakukan latihan pendinginan, yaitu berjalan secara biasa, lalu berjalan secara menjinjit, berjalan dengan telapak kaki menggenggam sambil menarik dan membuang napas, dan sambil mengerakkan tangan naik turun. Lakukan selama 5-10 menit.
DAFTAR PUSTAKA
Ammililliya, Kiki Riski. (2009). Hubungan Pengetahuan ibu Hamil tentang Senam Hamil dengan Minat Ibu Hamil untuk Melakukan Senam Hamil di RB. Riens Kediri. Http://infoolo.blogspot.com/2009/08/hubungan-pengetahuan-ibu-hamil-tentang 28.html/28 Agustus 2009
Dinkes Propsu. (2008). Profil Kesehatan Propinsi Sumatera Utara 2007. Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Utara. Medan
Huliana, Mellyna. (2006). Panduan Menjalani Kehamilan Sehat. Puspa Swara. Jakarta
Indriatai, MT. (2008). Senam Hamil dan Balita. Cemerlang Publishing. Yogyakarta
Kushartanti.( 2004). Senam Hamil. Lintang Pustaka. Yogyakarta
Kurnia, S. Nova. (2009). Menghindari Gangguan Saat Melahirkan dan Panduan Lengkap mengurut Bayi. Paji Pustaka. Yogyakarta
Mandriati, G.A. (2008). Panduan Belajar Asuhan Kebidanan Ibu Hamil. EGC. Jakarta
Meliono, I. (2007). MPKT Modul I. (http://id.wikipedia.org/wiki/pengetahuan)
Musbikin, imam. (2005). Panduan Bagi Ibu Hamil dan Melahirkan. Mitra Pustaka. Yogyakarta
Supriatmaja. (2005). Pengaruh Senam Hamil terhadap Persalinan Kala Satu dan Kala Dua di RS. Sangla denpasar. www.resep.web.id/kehamilan/6-manfaat-senam-hamil. 28 September 2009
Stoppard, Millam Dr. (2007). Buku pintar kehamilan. PT. Rineka cipta. Jakarta